Beberapa hari ini saya menyadari pentingnya bersabar & ikhlas, tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, melainkan juga dalam pekerjaan. Anda mungkin berkata dalam hati, "ngomong sih enak, coba saja kalau bisa!". Wajar, sangat wajar, karena itu pula yang saya lakukan saat diberitahu hal yang sama. Namun, semua berubah, bahwa sabar & ikhlas MEMANG berguna.
Saya ingin berbagi sedikit pengalaman dengan Anda. Perkerjaan saya bergelut di bidang sales & marketing, lebih tepatnya "customer service", dimana klien yg saya tangani merupakan salah satu klien besar di perusahaan tempat saya bekerja. Tanggung jawab saya sederhana, yaitu menyatukan apa yang menjadi "Voice of Customer" & "Voice of Business" ke dalam suatu hubungan yang harmonis. Tidak mudah pada prakteknya, karena saya harus "berdiri" di tengah-tengah.
Pada hampir setiap kesempatan, saya harus berhadapan dengan 2 kepentingan, perusahaan & klien. Juga berhadapan dengan beragam karakter, ditambah dengan berbagai macam kepentingan dari tiap-tiap karakter tersebut. Tidak jarang pula terdengar kata-kata "pedas" dari masing-masing sisi. Awalnya, saya selalu terpancing emosi dalam menanggapinya yang berakibat pada masalah yang berkepanjangan. Sampai akhirnya ibu saya mengingatkan untuk "sabar & ikhlas". Lama bagi saya untuk dapat memahami sebagian kecil makna dari "sabar & ikhlas" tersebut. Melalui berbagai kesempatan, kejadian serta sedikit pengalaman, sampailah saya pada kesimpulan :
1) SABAR, menuntun kita pada ketenangan hati yang akan melahirkan pemikiran yang jernih serta keputusan bijaksana. Contoh, saat seseorang tiba2 memotong pembicaraan Anda. Jangan terburu emosi, cobalah bersabar, diam dan dengarkan. Mungkin dia belum paham dengan apa yang Anda sampaikan atau mungkin dia tahu hal yang Anda tidak tahu. Hanya saja diungkapkan dengan cara yang "unik". Cobalah untuk berSABAR & pikirkan baik-baik langkah selanjutnya. Terkadang diam bukan berarti kalah/ mengalah, namun diam untuk menjadi bijaksana.
2) IKHLAS, menuntun kita untuk melihat hal-hal yang selama ini belum/ tidak terlihat. Misalnya, saat kita sudah berusaha semaksimal atau bahkan melebihi dari yang sudah dilakukan sebelumnya, kemudian muncul pihak yang tidak dapat menerimanya. Reaksi alami adalah marah, kesal, jengkel, dll. Wajar, namun coba kita renungkan hasilnya. Tidak ada! Jadi, cobalah untuk menerima keadaan tersebut dan ikhlas-lah. Anggap sebagai bahan pembelajaran untuk waktu selanjutnya.
SABAR & IKHLAS, cobalah dan Anda akan merasakannya. Cobalah, karena apa yang sudah saya ceritakan sebelumnya belum tentu sama dengan yang sudah/ akan Anda alami. Jadi, cobalah, coba & coba terus.
Salaam.
Dapoernja Yogie
"Dapoer", where life begins.
Wednesday, November 10, 2010
Tuesday, October 19, 2010
Preambule : Resep & Kreasi
"Preambule : Resep & Kreasi"
Adalah Resep & Kreasi, tulisan-tulisan yang dapat berisi resep masakan ataupun kreasi kreatif lainnya. Sumber tulisan bisa dari pengalaman kenangan saya sendiri, kiriman dari teman, sahabat atau seseorang di sana.
Resep & Kreasi, hanya ingin berbagi kebahagian dalam berbagai hal (mis. makanan).
Resep & Kreasi, masih berkaitan erat dengan filosofi pembuatan blog ini. Saya sangat mencintai makanan dan dunia masakan, karena dengan makanan bisa tercipta persabahatan. Dari makanan bisa terbentuk jalinan komunikasi. Melalui makanan dan masakan kita bisa menuangkan segala isi hati. Tidak perlu takut akan hasil, bikin bikin dan bikin. Masak masak dan masak.
Oya, mungkin sebagian dari resep saya tidak menggunakan satuan ukuran yang pasti karena saya seringkali menggunakan insting saat memasak. Jadi, silahkan disesuaikan dengan selera kawan-kawan. Bukankah dengan demikian kita bisa lebih bebas berkreasi ? Saya yakin jawaban kita sama.
Mohon maklum untuk sebagian resep yang tidak ada foto, karena rata2 resep berdasarkan pengalaman maupun kenangan yang mungkin sampai saat ini belum bisa diulang kembali.
Akhir kata (namun bukan akhir tulisan), mari kita nikmati bersama "Resep & Kreasi".
Salaam.
Adalah Resep & Kreasi, tulisan-tulisan yang dapat berisi resep masakan ataupun kreasi kreatif lainnya. Sumber tulisan bisa dari pengalaman kenangan saya sendiri, kiriman dari teman, sahabat atau seseorang di sana.
Resep & Kreasi, hanya ingin berbagi kebahagian dalam berbagai hal (mis. makanan).
Resep & Kreasi, masih berkaitan erat dengan filosofi pembuatan blog ini. Saya sangat mencintai makanan dan dunia masakan, karena dengan makanan bisa tercipta persabahatan. Dari makanan bisa terbentuk jalinan komunikasi. Melalui makanan dan masakan kita bisa menuangkan segala isi hati. Tidak perlu takut akan hasil, bikin bikin dan bikin. Masak masak dan masak.
Oya, mungkin sebagian dari resep saya tidak menggunakan satuan ukuran yang pasti karena saya seringkali menggunakan insting saat memasak. Jadi, silahkan disesuaikan dengan selera kawan-kawan. Bukankah dengan demikian kita bisa lebih bebas berkreasi ? Saya yakin jawaban kita sama.
Mohon maklum untuk sebagian resep yang tidak ada foto, karena rata2 resep berdasarkan pengalaman maupun kenangan yang mungkin sampai saat ini belum bisa diulang kembali.
Akhir kata (namun bukan akhir tulisan), mari kita nikmati bersama "Resep & Kreasi".
Salaam.
Thursday, October 14, 2010
Pilihan dan Alasan
Hidup ini sebuah pilihan.
Hidup untuk memilih.
Pilihan menentukan jalan hidupmu.
bla..bla..bla..
Kita tentunya tidak asing dengan kalimat-kalimat di atas, yang begitu banyak menghiasi benak. Masih ingat saat sekolah beberapa tahun silam, saat "dear diary" masih ngetop, kalimat-kalimat tersebut termasuk yang paling diminati sebagai pengisi kolom "kata mutiara".
Apapun itu, "pilihan" tetap tidak dapat terpisahkan dari keseharian kita. Mulai dari yang simple sampai yang ribet. Contoh paling sederhana: "hoaahm....bangun ga yaa, 5 menit lagi deh...groookkkk...zzz..zzz".
Contoh lain yang lebih rumit dan menyangkut masa depan: "hm, dia atau dia ya ? aduuhhhh, bingung nih...dua-duanya aja deh !"
Yah, begitulah. Tak peduli apapun alasannya, latar belakang ataupun tujuannya. Pilihan itu akan selalu ada.
Namun, satu hal yang perlu diingat, bahwa ada saat dimana kita hanya bisa memilih SATU kali saja, tidak lebih tidak kurang. Dan di saat itulah kebijaksanaan kita dipertaruhkan.
Pengalaman dari seorang sahabat, dimana dia harus memilih antara karir dengan keluarga, yang akhirnya dia memilih untuk mendahulukan keluarga (family comes first). Keputusan yang benar, menurut pandangan saya, karena...keluarga adalah segalanya.
Anyway, tulisan ini kupersembahkan untuknya, sahabatku, "direktur"-ku. Yakinlah pada pilihanmu dan teruslah maju karena yang sudah terjadi tidak dapat diulangi kembali dan tidak ada jalan selain maju menuju cita-citamu.
Salaam.
Hidup untuk memilih.
Pilihan menentukan jalan hidupmu.
bla..bla..bla..
Kita tentunya tidak asing dengan kalimat-kalimat di atas, yang begitu banyak menghiasi benak. Masih ingat saat sekolah beberapa tahun silam, saat "dear diary" masih ngetop, kalimat-kalimat tersebut termasuk yang paling diminati sebagai pengisi kolom "kata mutiara".
Apapun itu, "pilihan" tetap tidak dapat terpisahkan dari keseharian kita. Mulai dari yang simple sampai yang ribet. Contoh paling sederhana: "hoaahm....bangun ga yaa, 5 menit lagi deh...groookkkk...zzz..zzz".
Contoh lain yang lebih rumit dan menyangkut masa depan: "hm, dia atau dia ya ? aduuhhhh, bingung nih...dua-duanya aja deh !"
Yah, begitulah. Tak peduli apapun alasannya, latar belakang ataupun tujuannya. Pilihan itu akan selalu ada.
Namun, satu hal yang perlu diingat, bahwa ada saat dimana kita hanya bisa memilih SATU kali saja, tidak lebih tidak kurang. Dan di saat itulah kebijaksanaan kita dipertaruhkan.
Pengalaman dari seorang sahabat, dimana dia harus memilih antara karir dengan keluarga, yang akhirnya dia memilih untuk mendahulukan keluarga (family comes first). Keputusan yang benar, menurut pandangan saya, karena...keluarga adalah segalanya.
Anyway, tulisan ini kupersembahkan untuknya, sahabatku, "direktur"-ku. Yakinlah pada pilihanmu dan teruslah maju karena yang sudah terjadi tidak dapat diulangi kembali dan tidak ada jalan selain maju menuju cita-citamu.
Salaam.
Thursday, October 7, 2010
Dapoernja Yogie
Wikipedia: Dapur secara harafiah berarti suatu tempat, biasanya di dalam rumah di mana seseorang melakukan aktivitas (memasak) mengolah dan menyediakan bahan makanan atau pangan. Demikian pengertian "dapur" secara umum.
"Dapoer", bagi saya, merupakan suatu arena bermain dimana semua imajinasi bisa tertuang dengan bebas, dimana imajinasi bisa berwujud ataupun berkembang menjadi imajinasi lainnya. "Dapoer", bagi saya, adalah suatu kebebasan berkarya, berpikir, mencipta. Karena hanya di "Dapoer" kita bisa menjadi diri sendiri.
"Dapoer", menggunakan ejaan lama (semoga benar), sebagai ungkapan kebebasan yang tidak terikat bentuk. "Dapoer", adalah tempat dimana semua bebas berkreasi. Tentunya kreasi yang positif.
Jadi, silahkan masuk ke "Dapoer" saya dan berkreasilah.
Salaam.
Subscribe to:
Posts (Atom)